Detail Cantuman Kembali

XML

luasan dan sebaran kondisi terumbu karang di perairan kepulauan seribu


Penelitian bertujuan untuk menganalisis luasan dan uji akurasi serta sebaran kondisi terumbu karang di Perairan Kepulauan Seribu, khususnya di Pulau Hantu Timur (ST 1), Pulau Hantu Barat (ST 2), Gosong Hantu Timur (ST 3), dan Pulau Papatheo (ST 4). Keberadaan terumbu karang dapat dideteksi melalui teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan citra satelit SPOT-7 perekaman 12 Juni 2016. Metode yang digunakan untuk klasifikasi terumbu karang adalah metode supervised. Pengambilan data penutupan terumbu karang mengggunakan metode foto transek. Lokasi penelitian untuk penentuan luasan terumbu karang terletak diantara 5°31'00” S-106°30'00” E dan 5°36'00” S-106°37'00” E. Pengambilan data penutupan terumbu karang dilakukan di empat stasiun pengamatan. Analisis yang dilakukan yaitu analisis luasan dan uji akurasi serta analisis sebaran kondisi terumbu karang. Analisis data citra satelit dengan menggunakan software ENVI 5.2 dan analisis kondisi terumbu karang dengan menggunakan software CPCe 4.1. Pengambilan data terumbu karang pada kedalaman 2 sampai 3 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luasan terumbu karang di Kepulauan Seribu pada tahun 2016 yang terdeteksi yaitu 140,78 Ha dan uji akurasi yang didapatkan yaitu 69,37 %. Hasil parameter temperature, kecerahan, dan salinitas mendukung untuk pertumbuhan terumbu karang. Persentase tutupan karang hidup pada ST 1 sebesar 33,62 %, ST 2 sebesar 31,40 %, ST 3 sebesar 50,42 %, dan ST 4 sebesar 16,31 %. Dari hasil persentase penutupan karang hidup didapatkan kondisi terumbu karang pada ST 1 dikategorikan sedang, ST 2 dikategorikan sedang, ST 3 dikategorikan baik, dan ST 4 dikategorikan rusak.
624.17.13 Ret l
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xiii, 74 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...